Sehari setelah memenangkan medali pertama di cabang olahraga jujitsu mewakili Singapura di Asian Games, Constance Lien menyatakan harapannya tentang kesuksesannya. Ia berharap akan lebih meningkatkan eksistensi seni bela diri Jujitsu di Singapura.

Lien menyabet medali perak setelah kalah dari pemain Korea Selatan, Sung Jira 2-4 di kelas under-62kg putri, di Jakarta Convention Center pada Sabtu, 25 Agustus 2018. Dilansir Channel NewsAsia, Lien berkata: “Saya sangat bangga. Saya berharap ini akan meningkatkan reputasi olahraga di Singapura.”

Lien merupakan salah satu Mahasiswa Temasek Polytechnic, pemegang sabuk biru Jujitsu ini juga berharap bahwa kesuksesannya akan mengubah sikap orang-orang terhadap atlet jujitsu. “Banyak perwakilan jujitsu harus menyeimbangkan pelatihan dengan kegiatan belajar, dan harusnya beberapa sekolah harus lebih fleksibel dalam meluangkan waktu atlet-atlet untuk berlatih dan bersaing,” kata Lien.

“Saya merasa bahwa beberapa perenang (nasional) lebih mudah mendapat waktu untuk bersaing atau berlatih, tetapi saya berjuang untuk mendapatkan izin untuk melakukan hal yang sama. Semoga dengan medali ini, itu bisa berubah.”

Lien sudah memasuki semester terakhirnya di Temasek Polytechnic, di mana dia mengambil program diploma jurusan Early Development Childhood and Education. Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 2019 ini, Lien bertujuan untuk mengambil satu tahun dari kegiatan akademisnya untuk fokus pada mimpinya untuk menjadi juara dunia.

Dia termotivasi oleh bagaimana dia mempertahankan dirinya sendiri melawan Sung, juara dunia dalam kelas kategori under-62kg. Sung merupakan lawannya dari Korea Selatan, yang memegang sabuk ungu, yang juga satu tingkat di atasnya.

Dalam perjalanan ke final, pemain berusia 19 tahun itu mengalahkan Turkmenistan Krovyakova Violetta dengan poin telak 6-0 di semifinal. Dia juga mengalahkan Battsogt Buyandelgerdari Mongolia, Sangsirichok Onanong dari Thailand dan Julia Simone dari Indonesia. Terlebih, Ini adalah pertama kalinya jujitsu itu ditandingkan di Asian Games.

Mantan Perenang

Ibunya Lien adalah mantan perenang nasional Yuen Shuang Ching, dan Lien memulai perjalanan olahraganya sebagai perenang. Saat-saat stagnan ketika Lien berusia 16 tahun, ia diminta untuk beristirahat dari berenang. Setelah menemukan jujitsu, dia jatuh cinta. Tapi Yuen keberatan di awal, khawatir tentang keselamatan putrinya dalam melakukan olahraga tersebut.

“Transisi seperti itu adalah kejutan baginya; berenang dan seni bela diri benar-benar berbeda – satu adalah olahraga kontak dan satu adalah olahraga di mana saya tidak akan mendapatkan pukulan atau memar,” ujar Lien.

“Saya senang mendapat dukungannya sekarang. Dia bisa melihat kecintaanku pada jujitsu dan bagaimana saya bisa menjadi orang yang lebih kuat.” Lanjutnya.

Keep it up, Lien! 

Sumber Foto: The Straits Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *