Para pemimpin Singapura telah menulis surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa mereka atas gempa bumi dan tsunami baru-baru ini yang melanda Sulawesi Tengah. Daerah itu dihantam oleh setidaknya dua gempa pada hari Jumat, 28 September 2018 malam, dengan yang terakhir diukur pada kekuatan 7,5 SR.

Beberapa saat kemudian, kota Palu dihempas gelombang tsunami, menghancurkan gedung-gedung dan menewaskan hampir 400 orang. Sekitar 540 orang terluka parah, kata badan bencana nasional negara itu.

Dalam suratnya, Singapore’s President, Halimah Yacob mengatakan: “Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah …”

“Pemikiran kami adalah dengan orang-orang Indonesia selama periode yang sulit ini. Singapura siap menawarkan bantuan apa pun untuk upaya bantuan yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Dilansir dari Channel NewsAsia, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menulis bahwa beliau “sangat sedih” mendengar tentang gempa bumi dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu. “Singapura menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada rakyat Indonesia dan keluarga yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami.

“Singapura siap untuk memberikan bantuan untuk mendukung upaya bantuan yang sedang berlangsung di Indonesia. Saya yakin Indonesia akan membuat pemulihan cepat dan kuat dari tragedi yang tidak menguntungkan ini,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, Kementerian Luar Negeri (MFA) mengatakan seorang warga Singapura yang berada di Palu telah dievakuasi.

“Kedutaan Singapura di Jakarta berhubungan dengan orang Singapura di Palu,” kata MFA. “Kedutaan telah bekerja dengan pihak berwenang Indonesia dan mengevakuasi dia. Dia sejak itu telah meninggalkan Palu dengan selamat.”

“Karena mungkin akan ada gempa susulan lagi, warga Singapura di Sulawesi Tengah dan daerah sekitarnya harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, memantau berita lokal untuk pembaruan dan mengikuti saran dari pemerintah setempat.

“Warga Singapura juga harus tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman Anda sehingga mereka tahu Anda aman,” tambah MFA.

Mereka yang membutuhkan bantuan konsuler dapat menghubungi Kedutaan Singapura di Jakarta di +62 811 863 348 atau Kantor MFA 24 jam di +65 6379 8800/8855.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *